Material Planning

Material Planning
Bisnis MRO untuk mendapat profit melalui efisiensi dalam pengunaan manhours dan material. Konsep dalam melakukan perencaan material dalam bidang MRO yaitu perencanaan material tidak boleh menggangu kegiatan operational dari pesawat, dan perencanaan material dilakukan minimal untuk jangka waktu 1 tahun. Adapun tujuan dari perencaan dari material yaitu:
       1.  Meningkatkan nilai ekonomi yaitu mendapat profit yang maksimal dari material
       2.  Pemenuhan dalam permintaan material secara tepat
       3.  Menstabilkan fluktuasi dari pemakaian material
       4.  Dapat menentukan material spare yang tepat untuk kebutuhan material.
Secara garis besar material terbagi menjadi 2:
1.  Approve spares yaitu yaitu material yang memiliki “approve certificate” oleh authority bisa dari EASA (ARC Form 1) atau FAA (ARC Form 8130) atau form DGCA
2.  Non Aicraft Spare yaitu item komersil (equipment) yang dipergunakan untuk kegiatan maintenance yang diatur didalam pembahasan tools dan Equipment.
Pembagian material secara “Scrab-Rate” dapat dibagi menjadi 3:
1.  Rotable yaitu material yang secara teori atau designnya “scrab-rate” 0% material ini di ganti secara periodic sampai material tersebut obsolete,
2.  Repairable yaitu material yang secara teori atau designya “scrab-rate” > 0% material ini tidak mempunyai jadwal pergantian secara periodi atau bisa disebut material OC (on condition)
3.   Expandable yaitu material yang memiliki scrab rate yang tinggi.
Pesawat memiliki list acuan untuk ketiga material tersebut didalam RSPL (Recommendation Spare Part List). Dengan adanya pembagian material ini diharapkan dapat mengatur jumlah dari ketersediaan dan jumlah material yang harus dicadangkan. Perkembangan Bisnis MRO dan kebutuhan material pesawat ada beberapa teknik untuk pemenuhan supply material:
         1.   Pooling
         2.   Consignment
Sebagai seorang material planner suatu keharusan melakukan evaluasi dalam pemenuhan dari material agar tidak terjadi floating spare yang berlebih atau malah sebaliknya tidak tersedianya material pada saat proses maintenance terjadi. Material yang di order haruslah tepat atau disebut

Economic Order of Quantity (EOQ) penulis akan coba menitik beratkan apa itu EOQ.
Berikut Contoh dari EOQ:

Dari supplier kita mendapatkan: tabel biaya sebagai berikut:

Materil P/N Price QTY Shipment Cost Total Price Total Cost
M14U $85,000 1 35000 85000 120000
M14U $55,250 6 210000 350000 560000
M14U $51,000 10 350000.00 500000 850000
M14U $48,875 20 700000.00 1000000 1700000
M14U $46,750 43 700000.00 2000000 2700000
M14U $46,750 64 700000.00 3000000 3700000

Dengan membandingkan Qty VS harga dari Material dengan Qty Vs Biaya pengiriman
maka akan didapatkan grafik sebagai berikut
Gambar1. grafik contoh EOQ 
Dengan membandingkan grafik tersebut akan didapatkan EOQ untuk material tersebut pada Qty 1,5~2. Namun sebagai seorang material planner harus memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk pengiriman, penulis asumsikan waktu pengiriman material yaitu 1 hari, Namun akan berbeda cerita jika waktu pengiriman lebih besar dengan rate demand dari material tersebut terhadap produksi. Material planner harus melakukan order dengan menambahkan parameter waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman dengan rate demand material tersebut. Jangan sampai material kehabisan stock dan waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengisi stock diperlukan waktu yang lama sehingg akan mengganggu kegiatan operasional. Contoh di atas hannya merupakan asumsi penulis buat agar mudah dimengerti.
Gambar2, Grafik EOQ
Demikian pembahasan Material Planning yang dapat penulis sampaikan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maintenance Repair Overhaule